Belakangan ini, apakah Anda pernah mendengar bahaya stress oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Hal ini menyebabkan organ dalam tubuh mengalami gangguan. Untuk mengatasi ini semua, penawarnya adalah suplemen antioksidan. 

Anda pasti juga sering mendengar bahwa antioksidan dapat membantu kulit terlihat lebih muda, jantung lebih sehat, dan bahkan panjang umur.

Suplemen Antioksidan

Untuk Anda yang menjalankan pola hidup sehat, molekul antioksidan adalah satu hal yang penting dan sangat dicari dalam makanan. Selain dalam bentuk makanan, antioksidan bisa juga Anda dapatkan dalam bentuk suplemen.

Sesuai namanya merupakan suplemen yang mengandung molekul antioksidan yang terkonsentrasi. Molekul antioksidan memiliki kemampuan untuk mengendalikan radikal bebas yang berlebihan.

Radikal bebas sendiri dapat terbentuk secara alami saat kita berolahraga dan saat kita mencerna makanan. Selain itu, radikal bebas juga dapat berasal dari luar tubuh kita seperti dari paparan sinar matahari, polusi udara, asap rokok, dan zat kimia seperti pestisida.

Sumber antioksidan ada banyak, dalam suplemen mengandung 70–1.660% dari kebutuhan tubuh kita.

Beberapa yang mungkin kamu temukan, antara lain:

  • Beta karoten
  • Lutein
  • Likopen
  • Vitamin A
  • Selenium
  • Vitamin C

Bahaya Mengonsumsi Suplemen Antioksidan Secara Berlebihan

Mengonsumsi suplemen antioksidan memang sangat baik untuk tubuh kita dalam mengatasi tadikal bebas. Namun, penggunaan yang berlebihan justru akan menjadi bumerang untuk tubuh kita.

Apabila Anda tidak memperhatikan aturan pemakaian, Anda akan mengalami beberapa masalah berikut ini:

1. Meningkatkan risiko kanker

Meski antioksidan diketahui dapat menangkal radikal bebas yang merupakan salah satu penyebab kanker. Beberapa meta-studi menunjukan bahwa suplemen antioksidan tidak mencegah kanker.

Bahkan dalam sebuah meta-studi yang berjudul Nutrition and Cancer. Bahkan suplemen beta karoten dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih serta kanker paru-paru pada perokok.

2. Berisiko Menimbulkan Cacat pada Janin

Vitamin A merupakan nutrisi penting untuk perkembangan janin. Tapi, vitamin A dengan dosis tinggi (seperti dari suplemen) dapat meningkatkan risiko cacat lahir. Suplemen vitamin A dengan dosis tinggi tidak dianjurkan bagi ibu hamil, kecuali pada daerah yang penduduknya rentan mengalami defisiensi vitamin A.

Konsultasikan dengan dokter terkait suplemen yang ingin Anda konsumsi, termasuk jika Anda merupakan ibu hamil atau ibu menyusui.

3. Menurunkan Performa Latihan Fisik

Beberapa penelitian menemukan bahwa suplemen antioksidan (terutama vitamin C dan E) dapat mengganggu kemampuan tubuh beradaptasi terhadap latihan fisik. Ini juga berisiko mengurangi manfaat kesehatan yang didapatkan dari berolahraga.

Suplemen antioksidan alami yang aman dikonsumsi

Mendapatkan antioksidan alami tentu lebih dari bahan alami. Beberapa pilihan antioksidan yang bisa kamu konsumsi antara lain:

  • Sayuran: Sayur brokoli, paprika, bayam, kale
  • Buah-buahan: Jeruk, apel, blueberry, stroberi, anggur
  • Serealia utuh: Oat, quinoa, beras merah
  • Kacang beans: Kacang pinto dan kacang merah
  • Kacang nuts: Kacang kenari dan kacang almond
  • Minuman: Kopi dan teh
  • Makanan lain: cokelat hitam

Anda juga bisa memilih SOP Subarashi yang mengandung bahan aktif dari DNA salmon yang sangat baik sebagai antioksidan. Tidak hanya itu, SOP Subarashi juga sangat baik untuk menjaga antibodi.

AFCNEXT
Send via WhatsApp