Beberapa orang tidak mengetahui fakta bahwa diabetes melitus tidak bisa disembuhkan. Namun, hal tersebut bukan berarti seseorang yang terkena penyakit diabetes, tidak memerlukan pengobatan sama sekali, ya.

Justru menjalankan pengobatan secara rutin sangat penting untuk diberikan kepada penderita diabetes melitus. Pengobatan pada pasien diabetes bertujuan untuk mengontrol gula darah, meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah komplikasi penyakit.

Selain fakta tersebut, fakta lainnya yang sering diabaikan oleh banyak orang tentang pentingnya pemeriksaan gula darah. Sebaiknya pemeriksaan gula darah dilakukan secara rutin, hal ini bertujuan agar kita dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Selain dua hal tersebut, mungkin ada beberapa hal lainnya mengenai diabetes melitus yang belum kamu ketahui. Untuk itu, yuk simak beberapa hal di bawah ini, agar kamu lebih mengenal kondisi diabetes melitus pada seseorang.

Apa Itu Diabetes Melitus

Diabetes melitus adalah penyakit yang mencegah tubuh kita untuk menggunakan energi yang berasal dari makanan yang kita makan dengan benar. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolisme.

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah. Kadar gula di dalam darah kita diatur oleh suatu hormon yaitu insulin.

Pada penyandang diabetes melitus, tubuh mengalami kekurangan insulin atau insulin dalam tubuh tidak bekerja secara efektif, atau bisa juga disebabkan oleh kedua kondisi tersebut.

Tipe-tipe diabetes melitus

1. Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 juga disebabkan oleh kondisi insulin di dalam tubuh yang tidak bisa diproduksi dengan baik oleh pankreas. Diabetes tipe ini sering dimulai pada masa kanak-kanak. Kondisi ini juga disebut kondisi autoimun.

Banyak masalah kesehatan yang dapat terjadi pada tipe 1 seperti kerusakan pembuluh darah kecil di mata atau disebut retinopati diabetik, kerusakan saraf, dan kerusakan ginjal. Penderita Diabetes tipe 1 ini juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke.

2. Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 disebut juga diabetes yang tidak tergantung insulin. Diabetes tipe ini lebih umum terjadi dibanding diabetes tipe 1.

Diabetes tipe 2 terjadi karena insulin yang dihasilkan oleh tubuh tidak cukup untuk tubuh atau bisa juga disebabkan tubuh tidak menggunakan insulin sebagaimana harusnya.

Diabetes tipe 2 seringkali lebih ringan daripada diabetes tipe 1. Tetapi masih dapat menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya, terutama pada pembuluh darah kecil di ginjal, saraf, dan mata.

3.  Penyakit Diabetes gestasional

Diabetes jenis ini biasanya terjadi pada ibu hamil. Kehamilan biasanya menyebabkan beberapa bentuk resistensi insulin. Perubahan hormon selama kehamilan juga memengaruhi aksi insulin di dalam tubuh.

Pada kondisi ibu hamil hamil gula darah dialirkan melalui plasenta ke bayi, untuk itulah penting untuk mengontrol diabetes gestasional untuk melindungi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Diabetes gestasional lebih berisiko untuk bayi daripada ibu.

Diabetes gestasional menyebabkan bayi mungkin akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak biasa sebelum kelahiran, kesulitan bernapas saat lahir, atau risiko obesitas dan diabetes yang lebih tinggi di kemudian hari.

Dokter sering menemukan penyakit ini pada pertengahan atau akhir kehamilan. Sang ibu mungkin memerlukan operasi caesar karena bayi yang terlalu besar.

4. Prediabetes

Prediabetes adalah ketika gula darah di dalam tubuh lebih tinggi dari yang seharusnya tetapi tidak cukup tinggi bagi dokter untuk mendiagnosis diabetes. Kondisi prediabetes dapat menyebabkan  seseorang memiliki risiko terkena diabetes tipe 2 yang lebih tinggi.

Faktor risiko diabetes melitus

Faktor-faktor tertentu meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes, di antaranya adalah:

1.  Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 mungkin terjadi pada anak-anak atau anak remaja yang memiliki gen yang membawa penyakit tersebut.

2. Diabetes tipe 2

Kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2, di antaranya adalah:

  •         Memiliki kelebihan berat badan
  •         Berusia 45 tahun atau lebih
  •         Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kondisi tersebut
  •         Tidak aktif secara fisik
  •         Menderita diabetes gestasional
  •         Menderita prediabetes
  •         Memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau trigliserida tinggi
  •         Memiliki keturunan Afrika Amerika, Hispanik atau Amerika Latin, Alaska Native, Pacific Islander, Indian Amerika, atau Asia Amerika

3. Faktor risiko diabetes gestasional

Risiko diabetes gestasional dapat terjadi pada ibu hamil dengan kondisi di bawah ini:

  •         Kelebihan berat badan
  •         Berusia di atas 25 tahun
  •         Menderita diabetes gestasional selama kehamilan terakhir
  •         Telah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 9 kilogram
  •         Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2
  •         Menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Pengobatan diabetes melitus

1. Diabetes tipe 1

Untuk diabetes tipe 1 pengobatan utama yang harus diberikan adalah insulin. Pemberian insulin dapat menggantikan insulin yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh

Ada empat jenis insulin yang paling umum digunakan. Insulin tersebut dibedakan berdasarkan seberapa cepat insulin mulai bekerja, dan berapa lama efeknya berlangsung:

  •         Insulin kerja cepat mulai bekerja dalam 15 menit dan efeknya berlangsung selama 3 hingga 4 jam.
  •         Mulai bekerja dalam 30 menit dan berlangsung 6 hingga 8 jam yang disebut Insulin kerja pendek.
  •         Insulin kerja menengah mulai bekerja dalam 1 hingga 2 jam dan berlangsung 12 hingga 18 jam.
  •         Insulin kerja lama mulai bekerja beberapa jam setelah injeksi dan berlangsung 24 jam atau lebih.

2. Pengobatan diabetes tipe 2

Diet dan olahraga dapat membantu beberapa orang mengelola diabetes tipe 2. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk menurunkan gula darah, maka diperlukan untuk mengonsumsi obat-obatan. Beberapa jenis obat ini membantu menurunkan gula darah, di antaranya:

  •         Acarbose
  •         Metformin
  •         Linagliptin dan sitagliptin
  •         Dulaglutide, exenatide dan liraglutide (Victoza)
  •         Repaglinide
  •         Canagliflozin dan dapagliflozin
  •         Glipizide dan glimepiride

Dokter mungkin perlu meresepkan lebih dari satu obat atau. Beberapa orang dengan diabetes tipe 2 juga menggunakan insulin.

3. Pengobatan diabetes gestasional

Pengobatan untuk diabetes gestasional adalah dengan memonitor kadar gula darah beberapa kali sehari selama kehamilan. Jika terjadi kenaikan kadar gula darah, perubahan pola makan dan olahraga mungkin cukup untuk menurunkannya.

Beberapa kondisi wanita dengan diabetes gestasional akan membutuhkan insulin untuk menurunkan gula darah. Insulin aman untuk pertumbuhan bayi.

Pencegahan diabetes melitus

Diabetes tipe 1 sejatinya tidak dapat dicegah karena disebabkan oleh masalah dengan sistem kekebalan tubuh atau autoimun. Beberapa penyebab diabetes tipe 2, seperti gen atau usia juga tidak dikendalikan. Namun banyak faktor risiko diabetes lainnya dapat dikendalikan. Sebagian besar strategi pencegahan diabetes dilakukan dengan diet dan olahraga.

Selain itu, kamu juga dapat dengan rutin mengonsumsi SOP Subarashi yang sudah terbukti ampuh dan sudah memiliki paten untuk mencegah pembekuan darah, memperlancar aliran darah serta sebagai agen hipertensi darah. Semua kandungan SOP Subarashi adalah bahan alami tanpa bahan kimia berbahaya.

Tertarik? Langsung saja pesan di sini!

AFCNEXT
Send via WhatsApp